"Namamu River. Itu sebentuk doa. Agar nanti hidupmu seperti sungai, tahu kemana harus bermuara.


Aku mulai menulis ini ketika kau masih dalam perut ibumu. Duduklah, Nak, karena masih banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu. Ayah yang banyak bicara ini hanya ingin menunjukkan semacam rasa syukur untuk Sang Pemilik Hidup, dan juga ungkapan terima kasih untukmu.

Terima kasih, karena telah lahir melalui kami...."


Thursday, November 17, 2011

Sikalili'

Makkedai taue iyae maloang paddisengenna, iya maneng de'na pauno iyaniritu tiwiki pade' malessi. Bettuanna, Na', iyamaneng kejadian sehari-hari ri tuota adalah carana Puang Allah Ta'ala pagguruki agar supaya mancajiki insan kamil. Maega anu masessa ri laloi na pappadaki bessi ri tempa mancaji piso atau pedang. Selama de'na mapue bessi-e', matarengmitu paccappurenna.

Jadi, Na', narekko baja sangadi engka hal yang menurutmu memperlambat atau mempersulit, aja'na serta merta muitai sebagai palang portal. Nasaba' idi sininna wija tau ugie, seddimi laleng tenriola: wirinnami bittarae. Narekko ri cappana cappu'ni tenagata, de'na magaga narekko pura moki berusaha. Taroni rebba assaleng puramoi tettong. Makkedai Pramoedya Ananta Toer ri laleng bobbo' Prahara Budaya, "Setiap pejuang bisa kalah dan terus-menerus kalah tanpa kemenangan, dan kekalahan itulah gurunya yang terlalu mahal dibayarnya. Tetapi biarpun kalah, selama seseorang itu bisa dinamai pejuang dia tidak akan menyerah. Bahasa Indonesia cukup kaya untuk membedakan kalah daripada menyerah".

Ri laleng konteks kehidupan sehari-hari makkokkoe, samanna de'gaga hal penting yang wajib diapresiasi dengan kesyukuran. Tuli mengeluhmiki bawang, seolah-olah seluruh semesta sikongkoloi maewaki cilaleta.

Engka cerita magello pole ri perusahaan Sholes & Co. Taung 1868 iyanae perusahaan pertama kali memproduksi mesing keti' di bawah arahan dan bimbingan Christopher Latham Sholes. Wettunna massu' pertama kali, susunan papan ketiknya de'na pappada makkokkoe. Belakangan engka komplain pole ri penggunana nasaba saking lancarnya hurupu'na diketik na sikalilini tuas-tuasna. Iyanae riaseng kelancaran makkasolang.

Waba'du, petta Sholes napaddeppungeng manenni insinyurna untuk sappa' solusi. Engka seddi insinyur mabbere saran. Supaya terhindar dari kejadian tuas sikalili', sang insinyur menyarankan untuk memperlambat cara orang mengetik. Caranya adalah dengan membuat mereka kesulitan menekan tuts di keyboard. Lalu diacakni sususan hurupu'na paimeng dengan konfigurasi yang sangat tidak episieng. Natorini hurupu' Q dan W ri wiring. Hurupu' O sibawa I iyaniritu hurupu' paling banyak dalam bahasa Enggres, sengajai ri tujukan untuk jari yang tekanannya cukup lemah, iyaniritu jari manis atau kelingking.
Sehingga, Na', konfigurasi hurupu' yang disarankan oleh insinyurna Petta Sholes tersebut makkokkoe terkenal dengan sebutan konfigurasi QWERTY.

Anakku River, moral pole iyyae ceritae adalah sesuatu yang terlihat tidak episieng, memperlambat, atau mappasessa, seringkali diperlukan untuk melatih diri kita sehingga terhindarki dari zona nyaman yang cappa'na wedding na tiwiki masolang iyarega sikalili...

Mappakkoniro kapang, Na, seddi cerita wedding usampaikakki ri kesempatang iyyae malebbie. Tannapodo engka gunana ri kemudian hari untukmu.


Salam sayang,

--ayah
so sorry for my bad Basa Ugi

2 comments:

  1. sininna anggotae engkae hadere', mappakoniro kapang... nulle lebbi gellopa ku dena to makketi', manniya' mani bawang pura manenni jama-jamangnge!

    ReplyDelete
  2. atas perintah istriku yang orang Bandung, saya sertakan terjemahannya kira2 seperti berikut ini.. :-)

    :
    Berkatalah orang yang lapang pengetahuannya: semua yang tak membunuhmu akan membuatmu kuat. Artinya, Nak, semua kejadian dalam kehidupan kita sehari-hari adalah cara Allah Ta’ala mengajari kita agar menjadi insan kamil, sebenar-benarnya manusia. Kesulitan-kesulitan yang melanda hidup kita laksana lempeng besi yang ditempa menjadi pisau atau pedang. Selama ia bertahan dan tidak patah, maka ketajaman adalah hasil akhirnya.

    Jadi, Nak, andaikata besok atau lusa ada hal yang menurutmu memperlambat atau mempersulit, janganlah serta merta menganggapnya seperti palang portal. Karena bagi kita keturunan orang Bugis, Nak, hanya satu jalan yang tak bisa kita tempuh: hanya tepian langit.
    Sekalipun pada akhirnya kita kehabisan tenaga, tak apa selama kita telah berusaha. Biarlah rebah selama kita pernah berdiri tegak.
    Pramoedya Ananta Toer berkata dalam buku “Prahara Budaya”:
    "Setiap pejuang bisa kalah dan terus-menerus kalah tanpa kemenangan, dan kekalahan itulah gurunya yang terlalu mahal dibayarnya. Tetapi biarpun kalah, selama seseorang itu bisa dinamai pejuang dia tidak akan menyerah. Bahasa Indonesia cukup kaya untuk membedakan kalah daripada menyerah".

    Di dalam konteks kehidupan sehari-hari saat ini, sepertinya tak banyak lagi hal penting yang perlu kita apresiasi sebagai kesyukuran. Kita mengeluh di sana-sini seolah-olah seluruh alam semesta bersekongkol melawan kita yang berdiri sendirian.

    Ada cerita bagus dari perusahaan Sholes & Co. Tahun 1868, Sholes & Co adalah perusahaan pertama yang memproduksi mesin ketik di bawah arahan dan bimbingan Christopher Latham Sholes. Saat pertama kali dibuat, susunan huruf di papan ketik tidaklah seperti sekarang ini. Belakangan ada komplain dari sebagian besar pengguna mesin ketik ini karena saking lancarnya orang-orang mengetik, tuas-tuas huruf seringkali saling berkaitan sehingga macet. Inilah yang disebut kelancaran yang merusak.

    Waba’du, Tuan Sholes lalu mengumpulkan semua insinyurnya untuk mencari solusi. Ada seorang insinyur yang memberi saran. Supaya terhindar dari kejadian tuas huruf yang saling terkait, sang insinyur menyarankan untuk memperlambat cara orang mengetik. Caranya adalah dengan membuat mereka kesulitan menekan tuts huruf di papan ketik. Lalu diacaklah kembali susunan huruf itu dengan konfigurasi yang sangat tidak efisien. Huruf Q dan W diletakkan di tepi. Huruf O dan I yang merupakan huruf paling banyak digunakan dalam kata Bahasa Inggris, sengaja ditujukan untuk jari yang tekanannya cukup lemah, yaitu jari manis dan kelingking.
    Sehingga, Nak, konfigurasi huruf yang disarankan oleh insinyur di peruasahaan Tuan Sholes itulah yang kini terkenal dengan sebutan konfigurasi QWERTY.

    Anakku River, moral cerita ini adalah bahwa sesuatu yang terlihat tidak efisien, memperlambat atau menyiksa, seringkali diperlukan untuk melatih diri kita sehingga terhindar dari kutukan zona nyaman yang ujung-ujungnya hanya akan membawa kerusakan dan silang-sengkarut.

    Begitulah mungkin, Nak, sebuah cerita yang bisa aku sampaikan di kesempatan yang berbahagia ini. Semoga ada gunanya kelak di kemudian hari untukmu.

    ReplyDelete