"Namamu River. Itu sebentuk doa. Agar nanti hidupmu seperti sungai, tahu kemana harus bermuara.


Aku mulai menulis ini ketika kau masih dalam perut ibumu. Duduklah, Nak, karena masih banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu. Ayah yang banyak bicara ini hanya ingin menunjukkan semacam rasa syukur untuk Sang Pemilik Hidup, dan juga ungkapan terima kasih untukmu.

Terima kasih, karena telah lahir melalui kami...."


Tuesday, October 23, 2012

Membalas Surat Takita









Hai, Takita.
Semoga terus senang dan bahagia ya.
Terima kasih sudah mengingatkan melalui suratmu ini. Sudah lama juga aku tidak bercerita lagi untuk River. River nama anakku, umurnya 2,5 tahun sekarang. Dari sejak dia masih dalam perut ibunya, aku rajin bercerita untuknya. Cerita-cerita itu aku tuliskan di mana saja. Paling sering di blog ini. Alhamdulillah hasilnya sudah jadi buku. Judulnya "River's Note". Kalau Takita sempat main ke toko buku, carilah, mungkin masih tersedia di beberapa rak.

Buku ayah untuk River

River sekarang sudah lancar ngomong. Tadi pagi dia membangunkan aku yang tidur lagi pagi-pagi.
"Ayah, ayah, bangun," katanya, "ayo ke kantor.."
River senang kalau melihat aku siap-siap ke kantor. Dia suka bertanya berulang-ulang. "Ayah mau kemana?"
Lalu aku jawab,"Mau ke kantor."
"Mau beli apa?"
Dia taunya kalau aku ke kantor, bukan untuk ke bekerja tapi untuk beli-beli sesuatu.
Kadang-kadang aku jawab, "Mau beli Rubicon." Hehehe. Itulah benda yang rasanya --untuk saat ini-- mustahil terbeli. Tapi River senang saja pada apa pun jawabanku.
Setelah itu dia akan melapor kepada ibunya. "Mama.. mama, ayah mau beli Ubikon.."
Ibunya pun tersenyum. Dia tahu suaminya pemimpi tak kira-kira.

Bagusnya, Takita, ibunya River sengaja berhenti bekerja untuk menemani River. Aku bekerja untuk mengisi perut River, ibunya bekerja untuk mengisi hati dan pikiran River. Jadi sembari aku di luar rumah, mereka punya banyak waktu untuk jalan-jalan bersama. Di seputaran rumah saja. Kalau sudah pulang ke rumah, aku senang dengar cerita River tentang kemana saja dia hari itu.

Kami semua suka jalan-jalan dan bercerita. Aku ingat, pada saat aku berada di suatu tempat yang jauh, ibunya River memberi kabar. "River jalan-jalan luar biasa hari ini."
Lalu aku jawab. "Ayahnya juga. Bilang ke River, nanti ayah pulang bawa banyak cerita."
Waktu itu River  masih dalam perut.

Jadi, sekarang, kemanapun aku pergi dan apa pun yang aku lakukan, selalu aku mencari-cari celah mana saja yang bisa aku ceritakan untuk River. Seperti toples acar dan manisan, aku sarikan semua kejadian dan aku simpankan untuknya semua cerita-cerita itu. Berharap suatu hari kelak, kami bisa sepaham --jika tidak pada semua -- setidaknya pada satu hal. Bahwa kami saling mencintai dan menyayangi.

Begitu, Takita. Semoga kalian semua tumbuh dalam senang dan bahagia selalu.


--
postingan ini dibuat untuk mendukung Indonesia Bercerita. Indonesia Bercerita adalah sebuah inisiatif untuk mempromosikan upaya pendidikan anak melalui cerita.


Like di Facebook | Twitter: @kataTakita





No comments:

Post a Comment